Langsung ke konten utama

Ruang Hampa


Jika dianalogikan dengan titik dan garis, waktu adalah kumpulan titik yang membentuk suatu garis. Titik itu harus menyentuh titik sebelah kanan dan kirinya supaya garis itu dapat terbentuk. Hidup adalah si titik itu sendiri. Baik si titik awal ataupun yang sudah bersentuhan dengan titik-titik lain sehingga terbentuk garis. Artinya hidup dan waktu adalah suatu kesatuan. Kesatuan itu membentuk sesuatu yang menurut pandangan saya, saya sebut sebagai kehidupan.



Dari adanya kesatuan tersebut kehidupan adalah suatu gerakan tanpa henti, tidak ada satupun titik perhentian di dalamnya. Hal tersebut mengindikasikan bahwa hidup tidak bisa kalau hanya disandarkan pada hasil semata. Dalam hal ini manusia bersentuhan dengan jalan panjang dan konsistensi.



Hasil adalah jalan panjang dan konsistensi itu sendiri. Cinta adalah jalan panjang dan konsistensi itu sendiri. Kesejatian adalah jalan panjang dan konsistensi itu sendiri. Kebanggaan adalah suatu kesalahan besar, karena kebanggaan hanya akan memberhentikan diri dari perjalanan dan akan mengganggu konsistensi.



Selama ini, yang terjadi adalah manusia selalu hanya terpaku pada target-target yang terbentuk melalui sistem sosial mainstream. Target untuk memiliki rumah bagus, kendaraan bagus, tabungan banyak, punya ini dan punya itu, berprestasi ini dan berprestasi itu. Target-target yang pada dasarnya hanyalah kebuntuan-kebuntuan karena pikiran hanya berhenti pada tembok-tembok materi.



Masih terlalu banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Suatu kesalahan fatal jika manusia hidup hanya untuk menumpuk kesenangan-kesenangan akan materi.



Cobalah untuk melihat ruang hampa yang ada dalam tumpukan-tumpukan materi dalam hatimu. Ruang hampa itu hanya bisa terisi dengan sesuatu yang benar-benar kamu cari. Ruang hampa itulah ujung jalan panjang dan konsistensi. Ruang hampa itulah yang mengantarmu kepada kesejatian.

Komentar