Jika lingkungan sekitarmu terkena efek dari
merebaknya materialisme, kapitalisme, industrialisme kemudian keluarga,
tetangga, sanak saudara setiap hari membicarakan penumpukan-penumpukan uang,
kepemilikan-kepemilikan benda-benda, karir hidup yang materi sentris, membuat
klasifikasi hitam putih seperti kaya-miskin, pintar bodoh atau mungkin
kafir-muslim sehingga dengan mudah memberikan cap-cap kepada orang-orang dengan
klasifikasi tersebut dan engkau mempunyai pengertian berbeda tentang hidup yang
berlawanan kutub dengan materialisme, kapitalisme, industrialisme apakah yang
akan engkau lakukan, tetap teguh dengan pendirianmu atau terseret arus di
lingkungan sekitarmu. Apakah ketidaksetujuan terhadap lingkungan sekitarmu yang
membuat dirimu gerah, pusing, tidak betah hidup akan tetap engkau pertahankan.
Apa keputusanmu, tetap berusaha bergaul di lingkungan sekitarmu atau
menjauhinya.
Baiklah, engkau mencoba menahan berbagai benturan perasaan yang membuat hidupmu tidak betah kemudian engkau sejenak mencoba mencari lingkungan yang lain. Engkau mencoba berkumpul dengan teman-teman sebaya. Setelah berkumpul ternyata engkau mendapati pembicaraan-pembicaraan mereka tidak jauh berbeda dengan lingkungan sekitarmu. Masih perihal penumpukan uang, karir yang materi sentris, sukses yang disederhanakan sebagai kaya, pembelian barang-barang, hedonisme. Apakah engkau tetap teguh pendirian atau terseret arus. Apakah ketidaksetujuan yang kadang-kadang membuatmu jengkel, mungkin marah, bisa juga pusing akan tetap engkau pertahankan atau engkau putus asa dan ikut terseret arus.
Selanjutnya, engkau memutuskan untuk sejenak menyendiri kemudian kembali memperkuat penghayatan kehidupan. Engkau mencoba bermesraan dengan Tuhan, kemudian Tuhan menyingkirkan hijab-hijab yang menutupi akalmu. Engkau mencoba kembali menghayati organisme sempurna yang tersebar luas di alam semesta. Engaku mencoba kembali menghayati la illa ha illallah, inna lillahi wa inna ilaihi roji’un. Engkau mencoba kembali menghayati posisi dan letak organ-organ tubuhmu. Engkau mencoba menghayati langit dan bumi. Engkau bisa kembali tersenyum, engkau kembali menjadi percaya diri. Tetapi ada suatu penyakit lain yang muncul dalam dirimu. Engkau menjadi agak sedikit sombong atas penghayatan kehidupanmu dan menganggap remeh semua yang ada di lingkungan sekitarmu. Apa yang akan engkau lakukan ketika engkau berbaur dengan mereka dan mendapati mereka masih dalam nuansa dan suasana arus mainstream materialisme, kapitalisme, industrialisme. Apakah engkau akan memberikan benturan dengan mengeluarkan kebenaran-kebenaran yang engkau yakini. Apakah engkau akan mengukuhkan diri dengan cara mengeluarkan kebenaran-kebenaran dari dalam dirimu. Apakah engkau akan menjelek-jelekkan mereka karena mereka tidak sesuai dengan kebenaran yang engkau yakini.
Baiklah, engkau mencoba menahan berbagai benturan perasaan yang membuat hidupmu tidak betah kemudian engkau sejenak mencoba mencari lingkungan yang lain. Engkau mencoba berkumpul dengan teman-teman sebaya. Setelah berkumpul ternyata engkau mendapati pembicaraan-pembicaraan mereka tidak jauh berbeda dengan lingkungan sekitarmu. Masih perihal penumpukan uang, karir yang materi sentris, sukses yang disederhanakan sebagai kaya, pembelian barang-barang, hedonisme. Apakah engkau tetap teguh pendirian atau terseret arus. Apakah ketidaksetujuan yang kadang-kadang membuatmu jengkel, mungkin marah, bisa juga pusing akan tetap engkau pertahankan atau engkau putus asa dan ikut terseret arus.
Selanjutnya, engkau memutuskan untuk sejenak menyendiri kemudian kembali memperkuat penghayatan kehidupan. Engkau mencoba bermesraan dengan Tuhan, kemudian Tuhan menyingkirkan hijab-hijab yang menutupi akalmu. Engkau mencoba kembali menghayati organisme sempurna yang tersebar luas di alam semesta. Engaku mencoba kembali menghayati la illa ha illallah, inna lillahi wa inna ilaihi roji’un. Engkau mencoba kembali menghayati posisi dan letak organ-organ tubuhmu. Engkau mencoba menghayati langit dan bumi. Engkau bisa kembali tersenyum, engkau kembali menjadi percaya diri. Tetapi ada suatu penyakit lain yang muncul dalam dirimu. Engkau menjadi agak sedikit sombong atas penghayatan kehidupanmu dan menganggap remeh semua yang ada di lingkungan sekitarmu. Apa yang akan engkau lakukan ketika engkau berbaur dengan mereka dan mendapati mereka masih dalam nuansa dan suasana arus mainstream materialisme, kapitalisme, industrialisme. Apakah engkau akan memberikan benturan dengan mengeluarkan kebenaran-kebenaran yang engkau yakini. Apakah engkau akan mengukuhkan diri dengan cara mengeluarkan kebenaran-kebenaran dari dalam dirimu. Apakah engkau akan menjelek-jelekkan mereka karena mereka tidak sesuai dengan kebenaran yang engkau yakini.
Komentar
Posting Komentar