Langsung ke konten utama

Hukum (Pasti) “Baik”

Salah satu hukum yang diciptakan Tuhan bersamaan dengan diciptakaannya alam semesta dan isinya adalah hukum (pasti) “baik”. Perbuatan baik akan berakibat baik. Begitu juga sebaliknya. 

Manusia sebagai wakil Tuhan di bumi akan mampu menunaikan tugasnya secara maksimal jika ia senantiasa banyak berbuat baik dalam hidupnya. Bukan menjadi malaikat, tetapi sebagai manusia biasa, tetap memiliki hawa nafsu namun bisa mengendalikanya. Tidak penting surga atau neraka, yang penting adalah berbuat baik, karena hal tersebut berbanding lurus dengan hukum (pasti) “baik”.
Orang yang melakukan kebaikan sejati adalah orang yang mampu berbuat baik di tengah-tengah berbagai kemungkinan keburukan/kejahatan yang ada. Artinya ia mampu melewati rintangan. Itulah alasan mengapa keburukan/kejahatan ada. Jika tidak ada keburukan/kejahatan sama dengan tidak ada apa-apa. Seseorang bisa dikatakan sebagai laki-laki karena ada pembanding manusia lain dengan jenis berbeda yang disebut perempuan.

Baik mempunyai sifat dapat menyembuhkan diri, ketika ia digerogoti oleh si buruk, ia memulihkan diri secara otomatis. Pada saat proses itu terjadi berakibat pada kehidupan manusia itu sendiri. Manusia menyebut hal ini sebagai masalah. Tergantung seberapa besar luka yang dialami oleh baik. Semakin besar lukanya semakin besar pula akibat yang ditimbulkan. Sehingga bisa berakibat secara individu ataupun kolektif. Model permasalahannya beragam mulai dari kesedihan yang bersifat individu sampai bencana alam.

Tidak penting apa agama dari manusia-manusia yang lahir di dunia ini. Yang terpenting adalah ia berbuat baik. Permasalahan antara manusia dengan Tuhan adalah urusan masing-masing individu.  Pada tataran kehidupan kolektif berbuat baiklah yang terpenting.

Manusia pada dasarnya mengakui Tuhan, sehingga ada yang benar-benar mengikuti tuntunanTuhan, jika ia tidak percaya dengan tuntunan itu pasti ia melakukan pola komunikasi dengan Tuhan menggunakan caranya sendiri, namun terkadang ia mengelak dari kenyataan itu dan permasalahan itu adalah urusan setiap individu dengan Tuhan.

Komentar