Langsung ke konten utama

Kenyataan

Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang ditugaskan untuk menyembah Tuhan dan memelihara serta mengembangkan beberapa hasil ciptaan Tuhan yang lain terutama yang ada di bumi. Jika dilihat  dari sudut pandang Tuhan sebagai subyek penciptaan maka kehidupan manusia hanyalah sebuah rekayasa dan ciptaan, hanya Tuhan yang tahu alasan Tuhan menciptakan ciptaan. Namun, jika dilihat dari sudut pandang manusia sebagai makhluk, kehidupan manusia adalah sebuah kenyataan yang harus dijalaninya. Yang mana manusia harus hidup sesuai hukum-hukum Tuhan yang telah diciptakan-Nya.

Mekanisme kehidupan yang menyatakan bahwa ada Tuhan dan ada ciptaan adalah sebuah mekanisme nyata bukan mekanisme pura-pura seperti yang terdapat pada film, teater atau jenis pertunjukan yang lain. Artinya Tuhan itu nyata dan benar-benar ada. Yang sering terjadi adalah manusia menganggap upaya untuk berhubungan dengan Tuhan hanya sebatas kewajiban adat supaya dianggap baik oleh mayoritas masyarakat atau, kalau tidak hanya sebatas penghibur hati yang gelisah.

Upaya untuk berhubungan dengan Tuhan bukanlah sebuah topeng, bukan juga pelipur lara seperti yang sering terjadi. Namun hubungan tersebut adalah sebuah kenyataan sebagai wujud pengabdian. Manusia terlalu asyik membuat kesepakatan dan terlalu asyik membohongi satu sama lain. Akhirnya mereka lupa, apa yang sebenarnya harus dilakukan.

Kenyataan bukanlah kesepakatan, tetapi kenyataan adalah sesuatu yang benar-benar diciptakan oleh-Nya. Kenyataan bukanlah status sosial, kenyataan adalah apabila manusia berperilaku baik maka akan berakibat baik dan apabila manusia menggerogoti kebaikan dengan keburukan maka baik akan memperbaiki dirinya dan saat proses memperbaiki diri terjadi sesuatu yang disebut manusia sebagai masalah. Itu tidak bisa tidak. Mau menolak seperti apapun, tetap akan terjadi. Kecuali, ada negosiasi khusus antara dirimu dengan Tuhan.

Komentar