Langsung ke konten utama

Kok Lucu Ya Manusia Itu

Setiap manusia mempunyai sisi liarnya masing-masing. Dalam kehidupan yang dibuat Tuhan yang sekarang kita jalani sisi liar tersebut harus di manage, dikendalikan. Seseorang dikatakan berhasil dalam hidup jika berhasil memanage dan mengendalikan sisi liarnya.

Sisi liar sifatnya jelas liar. Dan yang pasti sering memberontak, mendobrak dalam waktu yang tidak terduga. Jika dikaitkan dengan agama (informasi dari Tuhan) wilayah inilah yang menjadi sasaran Iblis dalam melakukan aksinya.

Dobrakan-dobrakan tersebut pada titik tertentu mengaburkan logika. Logika menjadi tidak berguna lagi. Jika logika tidak berguna maka akal akan tenggelam dan tidak berposisi sebagai peralatan pokok manusia dalam hidup.

Memang, manusia diciptakan dengan wilayah lemah yang berbeda-beda. Wilayah lemah itulah yang menjadi sasaran dobrak sisi liar kita. Dan mohon maaf seks adalah wilayah lemah semua manusia. Makanya Tuhan memberikan ide kepada manusia untuk menikah. Tetapi itu hanya sebatas sisi bukan pemaknaan substansial, esensial, pokok, inti dari menikah itu sendiri. 

Zaman modern ini adalah zaman dimana manusia kurang berhasil mengendalikan sisi liarnya. Maka jangan heran jika ada peristiwa-peristiwa, kasus-kasus yang jika dilihat dengan kacamata logika sangat tidak logis. Misalnya saja, klithih, menyakiti seseorang yang tidak dikenalnya, kenal saja tidak apalagi membuat masalah dengan pelaku klithih. Atau seorang ayah menghamili anak kandungnya. Kleptomania, mencuri hanya sebatas kepuasan batin. Superkleptomanisa (sudah berkecukupan tetapi tetap mencuri, korupsi). Masih banyak sekali kasus-kasus unik yang sebenarnya menggelikan dalam artian pengen ngantem (ingin menonjok).

Sedikit kesimpulan yang bisa kita ambil adalah hidup manusia zaman modern ini kurang berhasil. Karena Tuhan pernah bilang, “hidup hanyalah senda gurau”. Mungkin Dia sedang senyum-senyum dan mengatakan, “kok lucu ya manusia itu”.

Komentar