Setiap manusia
mempunyai sisi liarnya masing-masing. Dalam kehidupan yang dibuat Tuhan yang
sekarang kita jalani sisi liar tersebut harus di manage, dikendalikan.
Seseorang dikatakan berhasil dalam hidup jika berhasil memanage dan
mengendalikan sisi liarnya.
Sisi liar sifatnya
jelas liar. Dan yang pasti sering memberontak, mendobrak dalam waktu yang tidak
terduga. Jika dikaitkan dengan agama (informasi dari Tuhan) wilayah inilah yang
menjadi sasaran Iblis dalam melakukan aksinya.
Dobrakan-dobrakan tersebut
pada titik tertentu mengaburkan logika. Logika menjadi tidak berguna lagi. Jika
logika tidak berguna maka akal akan tenggelam dan tidak berposisi sebagai
peralatan pokok manusia dalam hidup.
Memang, manusia
diciptakan dengan wilayah lemah yang berbeda-beda. Wilayah lemah itulah yang
menjadi sasaran dobrak sisi liar kita. Dan mohon maaf seks adalah wilayah lemah
semua manusia. Makanya Tuhan memberikan ide kepada manusia untuk menikah.
Tetapi itu hanya sebatas sisi bukan pemaknaan substansial, esensial, pokok,
inti dari menikah itu sendiri.
Zaman modern ini
adalah zaman dimana manusia kurang berhasil mengendalikan sisi liarnya. Maka
jangan heran jika ada peristiwa-peristiwa, kasus-kasus yang jika dilihat dengan
kacamata logika sangat tidak logis. Misalnya saja, klithih,
menyakiti seseorang yang tidak dikenalnya, kenal saja tidak apalagi membuat
masalah dengan pelaku klithih. Atau
seorang ayah menghamili anak kandungnya. Kleptomania, mencuri hanya sebatas
kepuasan batin. Superkleptomanisa (sudah berkecukupan tetapi tetap mencuri,
korupsi). Masih banyak sekali kasus-kasus unik yang sebenarnya menggelikan
dalam artian pengen
ngantem (ingin menonjok).
Sedikit kesimpulan
yang bisa kita ambil adalah hidup manusia zaman modern ini kurang berhasil.
Karena Tuhan pernah bilang, “hidup hanyalah senda gurau”. Mungkin Dia sedang
senyum-senyum dan mengatakan, “kok lucu ya manusia itu”.
Komentar
Posting Komentar