Langsung ke konten utama

Ramadlan Tidak Biasa ? (Ramadlan 4)

Saya tidak tahu, di pikiran banyak orang, kalau bulan Ramadlan disikapi dengan tidak biasa itu posisinya seperti apa. Seperti kendaraan baru yang tidak bosan-bosannya dibersihkan pemiliknya, seperti makanan kesukaan yang selalu dibeli secara berkala, seperti rumah mewah yang tidak tega kalau terlihat kotor, atau seperti pusaka yang membuat pemiliknya menjadi lebih kuat dimensi spiritualnya.

Kalau seperti kendaraan baru yang selalu dibersihkan sampai kapan manusia bosan membersihkannya. Berapa waktu yang dibutuhkan untuk tidak bosan dengan keadaan kendaraan yang baru. Kalau sudah sedikit lecet apakah si pemilik tetap setia untuk konsisten mengelus-elusnya dengan cukup sering.

Kalau seperti makanan kesukaan yang selalu dibeli secara berkala berarti hanya pada waktu tertentu saja ia makan-makanan tersebut. Karena ketika makan-makanan lain perasaannya beda dengan ketika makan, makanan tersebut. Kalaupun jaraknya dipersering sampai titik mana seseorang akan bosan dengan makanan tersebut.

Kalau seperti rumah mewah yang tidak tega terlihat kotor kembali ke perumpamaan kendaraan tadi. Atau seberapa hebatkah, kuatkah rumah mewah itu menjadi kebanggannya.

Kalau seperti pusaka, apakah manusia benar-benar memahaminya satu bulan itu sebagai pusaka. Apakah manusia menganggap satu bulan itu bagian besar dari bangunan besar bulan-bulan yang lain. Apakah bulan Ramadlan dianggap berpengaruh di bulan-bulan yang lain.

Komentar