Langsung ke konten utama

Generasi Mental Lembek

Lihatlah, bahwa generasi-generasi baru bangsa kita ini banyak yang tidak bermental pejuang. Pendidikan yang diselenggarakan oleh keluarga tidak pernah membolehkan seorang anak untuk masuk ke sebuah lembah penderitaan, terutama dari kalangan mapan. Dari pandangan itu pulalah muncul pandangan bahwa keluarga yang berhasil adalah keluarga yang berhasil menjaga supaya seorang anak jangan sampai menderita sampai si anak dalam keadaan mapan. 

Dengan adanya pola pikir tersebut maka dengan mudah orang tua memfasilitasi kemewahan bagi anak. Tentu saja si anak yang belum terlalu pandai mengkategorikan prioritas serta mengimplementasikan kategorisasi tersebut akan sangat mudah terseret arus gengsi. Arus gengsi yang memicu nafsu kepemilikan untuk memiliki ini, itu (mungkin bukan hanya anak, tetapi dari kalangan orang tua pun banyak terseret arus itu). Artinya orang tua tidak memposisikan anak supaya belajar pengendalian nafsu melalui laku hidup prihatin, tetapi membiarkan anak terjebak untuk melakukan berbagai pelampiasan-pelampiasan nafsu. Dari hal tersebutlah terbentuk mental-mental lembek, bukan mental-mental pejuang. 

Kalau tidak percaya, silahkan melakukan survei terhadap mahasiswa-mahasiswa. Mahasiswa yang seharusnya mandiri dan dewasa akalnya ternyata saat ini, tidak mandiri dan tidak dewasa akalnya.  Maka jangan heran jika banyak sekali mahasiswa-mahasiswa yang ketika menjalani masa KKN sangat tidak menunjukkan bahwa mereka orang-orang berilmu, mandiri, dapat memberikan pengaruh positif di masyarakat. Tetapi, image sekumpulan anak manja yang sedang menjalani tugas kuliah. Hanya sekedar itu.

Komentar