Langsung ke konten utama

Tobat Sambel (Kan ...)

Allah memberikan sebuah informasi yang boleh dipahami secara pragmatis, boleh tidak, berkaitan dengan pahala, dosa, surga, neraka. Maksud dari boleh dipahami secara pragmatis adalah orang boleh memahami pahala, dosa, surga, neraka dengan sudut pandang untung-rugi seperti jual beli, sepanjang hidup. Di sisi lain, boleh juga memahaminya dengan sudut pandang untung rugi tidak pada sepanjang hidup, tetapi menempatkannya sebagai semacam pintu masuk untuk memahami secara lebih mendalam.


Manusia diciptakan dengan sebuah sistem pertumbuhan dan perkembangan. Sistem pertumbuhan mulai sejak bertemunya sel telur dan sperma sampai tiada secara jasad. Perkembangan adalah sistem yang berhubungan dengan naluri belajar manusia. Pada fase tertentu dalam sistem pertumbuhan Allah meng-on-kan suatu naluri belajar manusia, sehingga ada masa balita, anak-anak, remaja, dewasa. Dari yang awalnya hanya bisa berjalan sempoyongan sampai bisa memecahkan masalah yang tingkat kesulitannya tinggi.


Ibarat masa perkembangan manusia, sudut pandang untung-rugi seperti jual beli untuk memahami pahala, dosa, surga, neraka adalah masa anak-anak. Anak-anak hanya tahu makna uang hanya dari banyak sedikit jumlahnya, fungsinya untuk membeli. Tidak mengerti bahwa uang bisa bernilai adzab jika menjauhkan diri dari Allah SWT, bernilai hidayah jika mendekatkan diri kepada Allah SWT.


Dalam perhubungannya dengan Allah kelihatannya mayoritas manusia masih memilih untuk menjadi anak-anak. Maka tidak mengherankan jika model tobat sambel selalu populer. Sambel itu walaupun pedas dan menyiksa lidah orang tetap mau, bahkan ada yang sampai ketagihan. Begitu juga dengan manusia, sudah tahu perbuatan buruk, maksiat itu bersifat merusak tetap saja dilakukan, merasa lega kalau sudah sholat sekali, dua kali kemudian diulangi lagi perbuatan buruknya. 


“kan nanti kalau sholat dosanya diampuni”


“kan nanti kalau umroh pahalanya banyak”


“kan nanti kalau bikin masjid melakukan amal jariyah, sehingga besok kalau di yaumul mizan saat pahala dan dosa ditimbang masih berat pahalanya”


Kan ...

Komentar