Allah
memberikan sebuah informasi yang boleh dipahami secara pragmatis, boleh tidak,
berkaitan dengan pahala, dosa, surga, neraka. Maksud dari boleh dipahami secara
pragmatis adalah orang boleh memahami pahala, dosa, surga, neraka dengan sudut
pandang untung-rugi seperti jual beli, sepanjang hidup. Di sisi lain, boleh
juga memahaminya dengan sudut pandang untung rugi tidak pada sepanjang hidup,
tetapi menempatkannya sebagai semacam pintu masuk untuk memahami secara lebih
mendalam.
Manusia
diciptakan dengan sebuah sistem pertumbuhan dan perkembangan. Sistem
pertumbuhan mulai sejak bertemunya sel telur dan sperma sampai tiada secara
jasad. Perkembangan adalah sistem yang berhubungan dengan naluri belajar
manusia. Pada fase tertentu dalam sistem pertumbuhan Allah meng-on-kan suatu
naluri belajar manusia, sehingga ada masa balita, anak-anak, remaja, dewasa.
Dari yang awalnya hanya bisa berjalan sempoyongan sampai bisa memecahkan
masalah yang tingkat kesulitannya tinggi.
Ibarat
masa perkembangan manusia, sudut pandang untung-rugi seperti jual beli untuk
memahami pahala, dosa, surga, neraka adalah masa anak-anak. Anak-anak hanya
tahu makna uang hanya dari banyak sedikit jumlahnya, fungsinya untuk membeli.
Tidak mengerti bahwa uang bisa bernilai adzab jika menjauhkan diri dari Allah
SWT, bernilai hidayah jika mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Dalam
perhubungannya dengan Allah kelihatannya mayoritas manusia masih memilih untuk
menjadi anak-anak. Maka tidak mengherankan jika model tobat sambel selalu
populer. Sambel itu walaupun pedas dan menyiksa lidah orang tetap mau, bahkan
ada yang sampai ketagihan. Begitu juga dengan manusia, sudah tahu perbuatan
buruk, maksiat itu bersifat merusak tetap saja dilakukan, merasa lega kalau
sudah sholat sekali, dua kali kemudian diulangi lagi perbuatan buruknya.
“kan
nanti kalau sholat dosanya diampuni”
“kan
nanti kalau umroh pahalanya banyak”
“kan
nanti kalau bikin masjid melakukan amal jariyah, sehingga besok kalau di yaumul
mizan saat pahala dan dosa ditimbang masih berat pahalanya”
Kan
...
Komentar
Posting Komentar