Bangsa ini mempunyai permasalahan yang cukup serius dengan keseriusan.
Serius adalah sesuatu yang sulit bagi bangsa ini. Ketidakseriusan masal terjadi
dalam segala bidang di negeri ini. Berbagai kesepakatan telah dibuat. Tetapi,
lagi-lagi ketidakseriusan yang menggagalkannya. Salah satu puncak
ketidakseriusannya adalah tentang dasar negara.
Dasar Negara adalah prinsip yang jelas membutuhkan keseriusan untuk
melaksanakannya.
Tetapi dasar Negara hanya ditempatkan pada posisi sebagai wangun-wangun, sesuatu yang memperindah. Terletak dipinggiran, yang tidak terlalu diperhatikan.
Tetapi dasar Negara hanya ditempatkan pada posisi sebagai wangun-wangun, sesuatu yang memperindah. Terletak dipinggiran, yang tidak terlalu diperhatikan.
Kita sudah sepakat bahwa ketuhanan yang Maha Esa adalah sila ke-satu.
Secara implementatif ternyata kita belum sepakat dengan sila tersebut.
Silahkan saja bilang, “kami sudah sepakat”. Tetapi apakah semua itu
terbukti dengan semakin meruncingnya permusuhan, silang sengkarut permasalahan,
juga tidak terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Kita ini memang benar-benar anak kecil yang bilang “lagi belajar” tetapi
ternyata sedang bermain game. Atau mungkin, kita orang tua yang sudah pikun ?
Komentar
Posting Komentar