Langsung ke konten utama

Zaman Para Pembebek

Sudah semenjak sangat lama manusia tertarik dengan perayaan-perayaan. Banyak produk budaya berupa perayaan-perayaan. Tak terkecuali produk budaya yang bersifat religius. Dulu manusia melakukan perayaan sebagai pengingat. Pengingat akan makna-makna tertentu sesuai dengan momentum yang dirayakan. Terciptalah kreasi simbol-simbol yang ada dalam perayaan-perayaan.

Kesukaan manusia akan perayaan terus berlanjut sampai zaman yang disebut modern ini. Namun ada sedikit perbedaan. Salah satu hal yang disukai oleh manusia modern adalah mengelupas apa saja kemudian diambil kulitnya. Bukan untuk dimakan tetapi sekedar pemuas pancaindera. 

Kebudaayaan hanya dipahami sebatas seni. Itupun dipilah-pilah, dipilih yang bisa menghasilkan uang. Perayaan apapun hanya diambil hingar bingar, gegap gempita, gemerlapnya saja. Makna sudah tidak begitu penting. Bahkan, perayaan yang sifatnya religius pun dihilangkan maknanya. Misalnya, tahlilan. Tahlilan itu sekarang hanya dipahami sebatas distribusi makanan. Kemudian sekaten. Sekaten hanya dipahami sebatas pasar malam saja. Malam takbiran hanya dipahami sebatas festival saja. Alunan musik-musik marching dengan sound menggelegar, dilengkapi lighting untuk menyorot patung-patung yang bentuknya bermacam-macam yang biasa disebut maskot. Makna yang terpenting bagi manusia modern adalah kesenangan itu sendiri. Tidak peduli bermanfaat atau tidak, merugikan orang lain atau tidak. Yang penting senang, bahagia dalam arti yang sangat rendah. Kebahagiaan yang hanya disandarkan kepada materi.

Tanpa terasa kebiasaan manusia modern akan perayaan-perayaan yang bersifat hingar bingar, gegap gempita, gemerlap tanpa makna yang mendalam itu memberikan efek candu bagi manusia-manusia modern. Sehingga, ketika tiba pada momentum tertentu tidak ada perayaan hingar bingar, manusia modern mengatakan sepi. Lebih parahnya ada yang bisa sampai mempengaruhi suasana hati. Ia merasakan keresahan, kegelisahan, kegalauan yang mendalam karena tidak adanya hingar bingar itu.

Terbentuklah generasi para pembebek, perengek. Sehingga di zaman modern ini apa saja harus dirayakan. Semakin banyak kita temui event-event perayaan. Kapan saja, dimana saja. Semakin banyak hari untuk memperingati sesuatu. Mungkin, suatu ketika setiap tanggal dari awal sampai akhir bulan adalah hari-hari peringatan semua. Karena, kalau tidak ada perayaan, pembebek-pembebek itu akan merasa kesepian.

Komentar