Pendidikan
adalah salah satu bagian penting dalam kehidupan. Tanpa pendidikan manusia tak
akan mempunyai bekal untuk menjalankan fungsinya sebagai manusia. Setelah Allah menciptakan Nabi Adam, hal pertama yang diurusi oleh Allah adalah
pendidikan. Dia mengajarkan tentang prinsip-prinsip
kehidupan kepada beliau sebagai bekal untuk menjalankan tugasnya sebagai abdullah
dan khalifah fil ardl. Hal tersebutlah yang
membuat malaikat akhirnya mau bersujud kepada Nabi Adam. Para Malaikat
menghormati Nabi Adam karena memiliki kemampuan yang hanya dimiliki oleh Allah
dan makhluk baru bernama Adam. Perangkatnya bernama akal. Prosesnya bernama
belajar. Dan secara luas disebut sebagai pendidikan.
Begitu juga dengan keturunan-keturunanya. Urusan pertama keturunan Adam dengan Allah juga pendidikan. Sebelum ruh ditiupkan kepada calon jasad, Allah mendidiknya terlebih dahulu. Dia mengadakan sebuah perjanjian dengan ruh manusia yang akan ditiupkan ke jasad. Perjanjian itulah bentuk pendidikan dari Allah. Saat ruh sudah ditiupkan, pendengaran mulai berfungsi, calon bayi dipersilahkan mendengarkan sesuatu oleh Allah. Pada masa tersebut manusia yang merupakan kesatuan antara ruh dan jasad dididik oleh Allah. Semacam tutorial untuk menggunakan fitur-fitur kejasmanian yang dimulai dari pendengaran. Manusia dididik oleh Allah secara bertahap mulai dari menggunakan fitur-fitur kejasmanian sampai kelak ketika dewasa dapat memahami prinsip dan berbagai dinamika kehidupan.
Pendidikan dari Allah untuk manusia dilakukan dengan pendekatan, metode, strategi, langkah-langkah, dan media yang berbeda-beda bagi masing-masing individu. Manusia harus terus belajar untuk memahami bagaimana pendekatan, metode, strategi, langkah-langkah dan media yang digunakan oleh Allah untuk mendidiknya. Dengan seperti itu manusia bisa menyelaraskan keinginannya dengan keinginan Allah.
Secara umum pola pendidikan yang dilakukan Allah, ada yang langsung dari Allah kepada manusia dan ada yang melalui perantara-perantara. Apakah itu dengan perantara utusan-utusan Allah secara khusus seperti Nabi dan Rasul atau melalui perantara orang tua, keluarga, masyarakat, lembaga pendidikan serta perantara-perantara lainnya.
Salah satu prinsip utama pendidikan adalah kebhinekaan. Manusia harus sadar bahwa setiap ciptaan Allah itu tunggal. Tak ada satupun ciptaan Allah yang sama. Sebagaimana Dia juga tunggal.
Kesadaran akan kebhinekaan memberikan pengertian kepada kita bahwa manusia pasti memiliki kecenderungan dan potensi yang berbeda-beda. Kecenderungan berkaitan dengan minat. Potensi berkaitan dengan bakat. Sehingga salah satu tugas pendidikan adalah mengawal manusia untuk memahami kecenderungan dan potensi sebelum dia memutuskan memilih jalan hidup yang seperti apa.
Memilih adalah bagian yang berbeda dengan kecenderungan dan potensi. Memilih adalah kedaulatan. Kedaulatan berkaitan erat dengan perhitungan-perhitungan subyektif setiap individu. Sifatnya khas dan tidak egois. Otentik, tetapi tetap harus sesuai dengan batas-batas yang telah ditentukan Allah. Bukan otentik yang menerobos batas-batas yang telah ditentukan oleh Allah.
Minat, bakat dan kedaulatan adalah sesuatu yang benar-benar harus dipahami oleh masing-masing manusia. Pemahaman akan hal tersebut bisa memaksimalkan dirinya sebagai dirinya. Unsur-unsur dari organisme sempurna tidak pernah mengalihkan tugasnya kepada bagian yang lain. Setiap sel melaksanakan tugasnya masing-masing. Setiap organ tubuh melaksanakan tugasnya masing-masing. Setiap tumbuhan melaksanakan fungsinya masing-masing. Setiap hewan melaksanakan fungsinya masing-masing. Dengan pemahaman itu, seorang manusia akan menjadi manusia yang berkarakter. (Bersambung)
Begitu juga dengan keturunan-keturunanya. Urusan pertama keturunan Adam dengan Allah juga pendidikan. Sebelum ruh ditiupkan kepada calon jasad, Allah mendidiknya terlebih dahulu. Dia mengadakan sebuah perjanjian dengan ruh manusia yang akan ditiupkan ke jasad. Perjanjian itulah bentuk pendidikan dari Allah. Saat ruh sudah ditiupkan, pendengaran mulai berfungsi, calon bayi dipersilahkan mendengarkan sesuatu oleh Allah. Pada masa tersebut manusia yang merupakan kesatuan antara ruh dan jasad dididik oleh Allah. Semacam tutorial untuk menggunakan fitur-fitur kejasmanian yang dimulai dari pendengaran. Manusia dididik oleh Allah secara bertahap mulai dari menggunakan fitur-fitur kejasmanian sampai kelak ketika dewasa dapat memahami prinsip dan berbagai dinamika kehidupan.
Pendidikan dari Allah untuk manusia dilakukan dengan pendekatan, metode, strategi, langkah-langkah, dan media yang berbeda-beda bagi masing-masing individu. Manusia harus terus belajar untuk memahami bagaimana pendekatan, metode, strategi, langkah-langkah dan media yang digunakan oleh Allah untuk mendidiknya. Dengan seperti itu manusia bisa menyelaraskan keinginannya dengan keinginan Allah.
Secara umum pola pendidikan yang dilakukan Allah, ada yang langsung dari Allah kepada manusia dan ada yang melalui perantara-perantara. Apakah itu dengan perantara utusan-utusan Allah secara khusus seperti Nabi dan Rasul atau melalui perantara orang tua, keluarga, masyarakat, lembaga pendidikan serta perantara-perantara lainnya.
Pendidikan dan
Kebhinekaan
Salah satu prinsip utama pendidikan adalah kebhinekaan. Manusia harus sadar bahwa setiap ciptaan Allah itu tunggal. Tak ada satupun ciptaan Allah yang sama. Sebagaimana Dia juga tunggal.
Kesadaran akan kebhinekaan memberikan pengertian kepada kita bahwa manusia pasti memiliki kecenderungan dan potensi yang berbeda-beda. Kecenderungan berkaitan dengan minat. Potensi berkaitan dengan bakat. Sehingga salah satu tugas pendidikan adalah mengawal manusia untuk memahami kecenderungan dan potensi sebelum dia memutuskan memilih jalan hidup yang seperti apa.
Memilih adalah bagian yang berbeda dengan kecenderungan dan potensi. Memilih adalah kedaulatan. Kedaulatan berkaitan erat dengan perhitungan-perhitungan subyektif setiap individu. Sifatnya khas dan tidak egois. Otentik, tetapi tetap harus sesuai dengan batas-batas yang telah ditentukan Allah. Bukan otentik yang menerobos batas-batas yang telah ditentukan oleh Allah.
Minat, bakat dan kedaulatan adalah sesuatu yang benar-benar harus dipahami oleh masing-masing manusia. Pemahaman akan hal tersebut bisa memaksimalkan dirinya sebagai dirinya. Unsur-unsur dari organisme sempurna tidak pernah mengalihkan tugasnya kepada bagian yang lain. Setiap sel melaksanakan tugasnya masing-masing. Setiap organ tubuh melaksanakan tugasnya masing-masing. Setiap tumbuhan melaksanakan fungsinya masing-masing. Setiap hewan melaksanakan fungsinya masing-masing. Dengan pemahaman itu, seorang manusia akan menjadi manusia yang berkarakter. (Bersambung)
Komentar
Posting Komentar