Langsung ke konten utama

Perjalanan dari Bhineka Menuju Tunggal Ika (Bagian 3)

Karakter, Kedaulatan dan Kebhinekaan

Pendidikan karakter yang tepat akan membantu manusia memahami karakter diri secara akurat. Pemahaman tentang karakter diri yang akurat akan mempengaruhi tingkat kedaulatan. Tingkat kedaulatan sangat mempengaruhi seseorang untuk menentukan pilihan-pilihan hidup yang akan diambil.

Pilihan hidup seringkali dikaitkan dengan passion. Sebenarnya, passion itu terkesan egois. Tidak semua orang hidup akan mampu memilih jalan hidup sesuai dengan passion yang ia miliki. Apalagi sekarang seperti terjadi penyeragaman passion. Media-media memberikan referensi-referensi passion hanyalah yang bersifat materialistis. Itupun dengan cara yang instan.

Dalam sebuah acara kontes menyanyi peserta-pesertanya selalu mengatakan, “menyanyi adalah passion saya”. Ribuan orang yang ikut, membumbung tinggi khayalannya untuk menjadi penyanyi terkenal. Kemudian, para aktor dan aktris mengatakan bahwa menjadi aktor dan aktris adalah passion mereka. Referensi-referensi passion tersebut membuat anak-anak muda berkhayal-khayal dan tidak sedikit yang mempengaruhi tujuan hidup sehingga menjadi tidak realistis. Tidak sesuai dengan kenyataan yang dihadapinya.

Apakah ada referensi passion yang menggambarkan seseorang menjadi petani desa, menjadi rakyat kecil yang bahagia dengan hal-hal kecil. Kalaupun ada referensi passion tentang bertani pastilah referensinya tentang menjadi bos bagi para petani. Mempunyai lahan berhektar-hektar dan hanya menyuruh-nyuruh yang benar-benar petani untuk mengelola lahannya. Atau adakah referensi passion tentang menjadi takmir masjid. Adakah referensi passion tentang menjadi kaum atau pemimpin agama di dusun yang setiap saat harus siap apabila ada orang meninggal, karena pasti akan dimintai bantuan oleh keluarga yang ditinggalkan untuk memandikan, mengkafani, mendoakan.

Banyak sekali faktor-faktor yang berpengaruh bagi kedaulatan. Keluarga, lingkungan sekitar, sesuatu yang ditekuni oleh orang tersebut, juga kondisi psikologis, serta kecenderungan-kecenderungan diri dalam memilih keputusan sosial.

Tidak semua kedaulatan sesuai dengan keinginan pribadi, gairah hidup pribadi, passion. Bahkan seringkali sangat tidak disukai, menyiksa batin, bertentangan dengan dirinya. Tetapi itu harus dilakukan karena kondisi-kondisi tertentu. Faktor-faktor tersebut juga yang mempengaruhi adanya kebhinekaan. Selain yang alamiah atau bawaan sejak lahir banyak sekali yang terjadi karena kondisi-kondisi sosial tertentu. (Bersambung)

Komentar