Karakter, Kedaulatan dan
Kebhinekaan
Pendidikan karakter yang tepat akan membantu manusia memahami karakter
diri secara akurat. Pemahaman tentang karakter diri yang akurat akan mempengaruhi tingkat kedaulatan. Tingkat kedaulatan sangat mempengaruhi seseorang untuk menentukan pilihan-pilihan hidup
yang akan diambil.
Pilihan hidup seringkali
dikaitkan dengan passion. Sebenarnya, passion itu terkesan egois. Tidak
semua orang hidup akan mampu memilih jalan hidup sesuai dengan passion
yang ia miliki. Apalagi sekarang
seperti terjadi penyeragaman passion.
Media-media memberikan referensi-referensi passion hanyalah yang bersifat
materialistis. Itupun dengan cara yang instan.
Dalam sebuah acara kontes menyanyi
peserta-pesertanya selalu mengatakan, “menyanyi adalah passion saya”.
Ribuan orang yang ikut, membumbung
tinggi khayalannya untuk menjadi penyanyi terkenal. Kemudian, para aktor dan
aktris mengatakan bahwa menjadi aktor dan aktris adalah passion mereka.
Referensi-referensi passion tersebut membuat anak-anak muda
berkhayal-khayal dan tidak sedikit yang mempengaruhi tujuan hidup sehingga
menjadi tidak realistis. Tidak sesuai dengan kenyataan yang dihadapinya.
Apakah ada referensi passion yang menggambarkan seseorang menjadi petani desa, menjadi
rakyat kecil yang bahagia dengan hal-hal kecil. Kalaupun ada referensi passion tentang bertani pastilah referensinya tentang menjadi bos bagi para petani. Mempunyai
lahan berhektar-hektar dan hanya menyuruh-nyuruh yang benar-benar petani untuk
mengelola lahannya. Atau adakah referensi passion tentang menjadi takmir
masjid. Adakah referensi passion
tentang menjadi kaum atau pemimpin agama di dusun yang setiap saat harus
siap apabila ada orang meninggal, karena pasti akan dimintai bantuan oleh
keluarga yang ditinggalkan untuk memandikan, mengkafani, mendoakan.
Banyak sekali faktor-faktor yang
berpengaruh bagi kedaulatan. Keluarga, lingkungan sekitar, sesuatu yang
ditekuni oleh orang tersebut, juga kondisi psikologis, serta kecenderungan-kecenderungan diri dalam memilih keputusan sosial.
Tidak semua kedaulatan sesuai dengan
keinginan pribadi, gairah hidup pribadi, passion. Bahkan seringkali
sangat tidak disukai, menyiksa batin, bertentangan dengan dirinya. Tetapi itu
harus dilakukan karena kondisi-kondisi tertentu. Faktor-faktor tersebut juga
yang mempengaruhi adanya kebhinekaan. Selain yang alamiah atau bawaan sejak lahir
banyak sekali yang terjadi karena kondisi-kondisi sosial tertentu. (Bersambung)
Komentar
Posting Komentar