Langsung ke konten utama

Perjalanan dari Bhineka Menuju Tunggal Ika (Bagian 6)


Bhineka Tunggal Ika

Pemahaman diri yang akurat, kedaulatan yang tepat dan karakter yang matang minimal bisa memberikan pengertian kepada kita tentang bhineka tunggal ika. Maksimalnya, bhineka tunggal ika bisa menyatu dalam kehidupan keseharian kita.

Bhineka tunggal ika adalah keniscayaan, kepastian. Dan itu salah satu rumus Allah dalam menciptakan sesuatu. Tubuh manusia terdiri dari berbagai organ yang fungsinya berbeda-beda. Setiap organ menjadi dirinya sendiri, memaksimalkan dirinya sendiri tetapi dengan aturan dan batasan-batasan tertentu maka jadilah tubuh manusia yang ideal.  
 
Bhineka tunggal ika adalah rumus organisme sempurna. Terdiri dari berbagai unsur yang berbeda-beda tetapi manunggal, menyatu, mempunyai tujuan yang sama. Allah menciptakan organisme sempurna sebagai referensi tentang bagaimana bekerjasama satu sama lain dalam rangka mencapai suatu tujuan utama. 

Allah yang mengambil jarak dengan manusia, memberikan mandat kepada manusia untuk kembali manunggal dengan-Nya. Ke-manunggal-an dalam posisi tetap berjarak. Masih ada kesadaran Tuhan dan manusia. Sebagaimana dia memerintahkan manusia untuk menjadi abdullah di suatu ayat. Kemudian memerintahkan untuk menjadi khalifatullah di ayat lain. Sebenarnya Abdullah dan khalifatullah adalah suatu ke-manunggal-an. Tetapi Allah memberikan informasinya secara berjarak. Seperti mengisyaratkan bahwa dunia adalah tempatnya kesadaran jarak. Walaupun sudah manunggal tetap berjarak.

Bhineka

Sebelum menuju tunggal ika kita perlu memahami bhineka terlebih dahulu. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa bhineka, perbedaan, karakter merupakan bawaan. Pemahaman terhadap diri yang akurat akan membuat manusia berkarakter. Bhineka ada karena adanya karakter-karakter. 

Bukan bangsa Indonesia pun seharusnya kesadaran kebhinekaan telah melekat dalam dirinya. Apalagi bangsa Indonesia, bangsa Nusantara, yang semenjak lama sudah terbiasa dengan kebhinekaan-kebhinekaan. Semenjak nenek moyangnya sudah terbiasa hidup damai dengan kebhinekaan. Bahkan dengan kebhinekaannya, dahulu pernah meraih kejayaan luar biasa walaupun sekarang jejak sejarahnya mulai dihilangkan sedikit-sedikit. Mungkin sampai benar-benar hilang sehingga tidak ada yang tahu.

Sekarang bangsa yang sudah terbiasa dengan kebhinekaan ini, yang nenek moyangnya sudah terbiasa dengan perbedaan justru menjadi bangsa yang diajari tentang kebhinekaan. Tiba-tiba saja menjadi yang terburuk dalam hal kebhinekaan. Pertentangan, perseturuan, permusuhan terjadi dimana-mana.

Padahal dahulu Majapahit pada masa kejayaannya sudah terdiri dari berbagai suku, agama, ras yang berbeda-beda. Pondok pesantren Tegalsari, Ponorogo ketika dulu masih aktif didatangi orang dari berbagai agama. Keadaan itu berlangsung aman, damai dan tentram.

Kenapa tiba-tiba saja sekarang muncul kelompok yang merasa paling benar, suka menyalahkan yang berbeda dengannya. Kemudian tiba-tiba saja muncul dramatisasi tentang penyadaran kembali akan kebhinekaan. 
 
Gus Dur dimana-mana dibesar-besarkan secara berlebihan. Dimana-mana dimalaikatkan. Saya yakin tujuan perjuangan beliau bukan untuk dramatisasi perjuangan yang hanya berujung pada gegap gempita. Tetapi benar-benar memperjuangkan kemanusiaan. Mengingatkan kita semua bahwa kebhinekaan adalah suatu yang sudah menyatu dan wajar dalam kehidupan. Harus hidup rukun, damai dengan siapapun.
 
Sangat bagus kita mengambil pelajaran dari beliau. Sangat bagus kita meneladani sifat-sifat beliau. Tetapi yang sering terjadi manusia hanya tertarik dengan gegap gempita. Sehingga beliau selalu tidak dianggap sebagai manusia biasa. Sebagaimana Nabi Muhammad tidak pernah dipandang melalui kacamata manusia biasa tetapi kacamata malaikat. Akhirnya terjadi fenomena fans artis yang tergila-gila dengan artis idolanya. Akibatnya yang kita ambil bukanlah nilai-nilai yang beliau perjuangkan tetapi aura popularitasnya. Nilai-nilainya justru semakin ditinggalkan. 

Bangsa ini harus benar-benar berdiskusi kembali, bermusyawarah, introspeksi diri. Sudah sejauh mana kehilangan dirinya. Sebelum menuju tunggal ika harus benar-benar sadar bahwa kebhinekaan itu tidak asing dengan bangsa ini. Bangsa ini adalah masternya dalam urusan kebhinekaan. Setelah benar-benar terbangun dari tidurnya barulah bangsa ini menuju tunggal ika.

Tunggal ika

Tunggal ika terjadi bukan karena sama tetapi karena bhineka. Tunggal ika bukanlah pemaksaan bahwa dia harus sama dengan kita tetapi karena dia berbeda. Tunggal ika bukanlah penyeragaman-penyeragaman tetapi karakter-karakter. Tunggal ika hulunya bukan satu pintu saja tetapi banyak pintu yang hilirnya adalah ruangan besar kehidupan. 

Tunggal ika adalah mandat Tuhan. Tunggal ika adalah cakrawala yang mungkin tidak akan benar-benar tercapai tetapi harus terus diperjuangkan. Tunggal ika adalah manunggaling kawulo gusti yang sudah dicapai oleh organisme sempurna dan selalu diperjuangkan oleh organisasi-organisasi manusia. Tunggal ika adalah karakter-karakter yang berkumpul menjadi satu dan mencoba mencapai sebuah kesatuan yang sempurna. Tunggal ika adalah tujuan dari bhineka-bhineka. Tunggal ika adalah innalillahi wa innailaihi rooji’uun. Tunggal ika adalah lailaha illallah muhammadarrasulullah. Tunggal ika adalah Tuhan, Allah, Sang Hyang Widhi, Yahweh yang sebenarnya tak ada satupun nama yang pantas untuk menampung keagungan-Nya.(Selesai)

Komentar