Ribuan orang
berjubel memadati jakarta. Juga, ribuan orang yang ada di beberapa daerah lain
di Indonesia. Dari gambar yang di shoot
melalui kamera yang terpasang di drone-drone
terlihat kompak ribuan orang yang berjubel tersebut. Memakai kostum putih-putih
dan membuat barisan rapi.
Terpesetnya mulut seorang pemimpin menyulut persatuan umat Islam. Sehingga tercipta sebuah kombinasi angka yang bagus bak nomor seluler yang cantik, 411 dan 212. Momentum persatuan, itulah yang saya tangkap dari peristiwa tersebut. Inilah yang harus dilestarikan. Inilah yang harus kembali digalakkan. Bukan hal yang mustahil jika seluruh bangsa Indonesia menjadi seperti yang dicita-citakan dalam pancasila. Bersatu, bersatu dan bersatu.
Berbagai masalah yang terjadi di negeri ini banyak diperparah dengan perpecahan. Bahkan para pemimpin sering mencontohkan sesuatu yang menunjukkan ketidakbersatuan. Coba kita tengok kembali dua tahun yang lalu. Juga dua tahun berproses dimulai dari dua tahun yang lalu. Apakah itu aksi banting meja, ricuh saat rapat, menteri ini ngomong ini, menteri itu ngomong itu, dll. Semua itu hulunya adalah kepentingan pribadi,kelompok, golongan.
Untuk bersatu tidak perlu menunggu kejadian mulut terpeleset-mulut terpeleset berikutnya. Bersatu adalah suatu keniscayaan yang harus dilakukan.
Senasib-sepenanggungan adalah salah satu motivasi ampuh untuk bersatu. Tetapi sebisa mungkin harus diukur apakah faktor senasib-sepenanggungan tersebut dalam rangka melestarikan kebencian atau tidak. Apakah kebersatuan itu terjadi karena dilandasi kebencian atau tidak. Kalau dilandasi kebencian percayalah bahwa kita masih hidup di dunia yang ada hukum sebab-akibatnya. Kalau sebabnya adalah kebencian maka akibatnya adalah kebencian-kebencian berikutnya. Sebagaimana kebohongan yang berakibat pada kebohongan-kebohongan berikutnya.
Cukup unik juga cara Tuhan untuk mengingatkan supaya bangsa ini bisa bersatu. Membuat mulut seorang pemimpin terpeleset. Cukup unik juga Tuhan Mengingatkan seorang pemimpin supaya pandai bersikap dengan memelesetkan mulutnya.
Semoga suatu saat ada sebuah momentum persatuan sejati. Momentum persatuan yang terjadi karena rasa cinta satu sama lain. Momentum persatuan yang titik beratnya bukan karena kebencian. Momentum persatuan yang terjadi bukan karena mulut terpeleset.
Terpesetnya mulut seorang pemimpin menyulut persatuan umat Islam. Sehingga tercipta sebuah kombinasi angka yang bagus bak nomor seluler yang cantik, 411 dan 212. Momentum persatuan, itulah yang saya tangkap dari peristiwa tersebut. Inilah yang harus dilestarikan. Inilah yang harus kembali digalakkan. Bukan hal yang mustahil jika seluruh bangsa Indonesia menjadi seperti yang dicita-citakan dalam pancasila. Bersatu, bersatu dan bersatu.
Berbagai masalah yang terjadi di negeri ini banyak diperparah dengan perpecahan. Bahkan para pemimpin sering mencontohkan sesuatu yang menunjukkan ketidakbersatuan. Coba kita tengok kembali dua tahun yang lalu. Juga dua tahun berproses dimulai dari dua tahun yang lalu. Apakah itu aksi banting meja, ricuh saat rapat, menteri ini ngomong ini, menteri itu ngomong itu, dll. Semua itu hulunya adalah kepentingan pribadi,kelompok, golongan.
Untuk bersatu tidak perlu menunggu kejadian mulut terpeleset-mulut terpeleset berikutnya. Bersatu adalah suatu keniscayaan yang harus dilakukan.
Senasib-sepenanggungan adalah salah satu motivasi ampuh untuk bersatu. Tetapi sebisa mungkin harus diukur apakah faktor senasib-sepenanggungan tersebut dalam rangka melestarikan kebencian atau tidak. Apakah kebersatuan itu terjadi karena dilandasi kebencian atau tidak. Kalau dilandasi kebencian percayalah bahwa kita masih hidup di dunia yang ada hukum sebab-akibatnya. Kalau sebabnya adalah kebencian maka akibatnya adalah kebencian-kebencian berikutnya. Sebagaimana kebohongan yang berakibat pada kebohongan-kebohongan berikutnya.
Cukup unik juga cara Tuhan untuk mengingatkan supaya bangsa ini bisa bersatu. Membuat mulut seorang pemimpin terpeleset. Cukup unik juga Tuhan Mengingatkan seorang pemimpin supaya pandai bersikap dengan memelesetkan mulutnya.
Semoga suatu saat ada sebuah momentum persatuan sejati. Momentum persatuan yang terjadi karena rasa cinta satu sama lain. Momentum persatuan yang titik beratnya bukan karena kebencian. Momentum persatuan yang terjadi bukan karena mulut terpeleset.
Komentar
Posting Komentar