Kalau manusia
menganggap bahwa dirinya adalah makhluk independen tak berhubungan dengan Tuhan
atau dalam prinsip hidupnya tidak menganggap ada yang maha maka hal tersebut
adalah suatu kemunduran bagi manusia. Jika manusia menganggap bahwa kemajuan
peradaban hanya sekedar perubahan bentuk dari sesuatu yang dianggap kuno ke
suatu yang dianggap futuristik maka manusia juga mengalami kemunduran
peradaban. Apabila beradab hanya dianggap perubahan kepemilikan, misalnya dulu
hanya punya sepeda, sekarang punya mobil, berarti semakin menegaskan bahwa
manusia benar-benar mengalami penurunan kemampuan dalam memandang sesuatu.
Kelihatannya zaman ini
benar-benar menegaskan tanda-tanda itu. Populernya budaya tonton. Populernya
sosmed yang berbasis foto video. Populernya budaya instan. Semakin cintanya
manusia dengan kegemerlapan dunia sehingga waktunya benar-benar dihabiskan
untuk mengejar kepemilikan-kepemilikan materi. Semakin didukungnya
ketidakterbatasan ego. Sudah sangat menunjukkan tanda-tanda kemunduran.
Kemunduran
mengisyaratkan beberapa hal yang sifatnya kontinyu. Pertama menuju kehancuran. Kedua
akan dimulai sesuatu yang baru dan lebih baik. Ketiga terserah-serah Tuhan mau
seperti apa. Sebelum menuju yang kedua akan dilalui terlebih dahulu yang
pertama. Jika itu akan segera terjadi maka bagi yang mengerti bisa lebih
berhati-hati supaya tidak tergilas kehancuran. Bagi yang menganggap ada Tuhan
keputusannya adalah terserah-serah Tuhan yang penting berusaha hidup sesuai dengan
yang diinginkan-Nya.
Komentar
Posting Komentar