Langsung ke konten utama

Sama Saja

Sampai sekarang di Negara ini keberhasilan kepemimpinan indikatornya adalah pembangunan infrastruktur. Apabila dalam suatu kepemimpinan pembangunan infrastrukturnya bagus kepemimpinan dianggap berhasil. Jika tidak maka dianggap kurang berhasil. Di  wilayah kepemimpinan manapun. Mulai dari dukuh-presiden. Mulai dari kepala sekolah SD sampai rektor. 

Selain infrastruktur juga sesuatu yang bersifat materi sentris. Misalnya, dana yang besar untuk lingkup pemerintahan tertentu, dana-dana bantuan (padahal milik rakyat sendiri tapi pemerintah merasa membantu) yang bersifat materi, seperti pemberian uang, beras. 

Memang tidak salah target seorang pemimpin fokus pada wilayah infrastruktur. Juga tidak bisa kita pungkiri bahwa infrastruktur adalah fasilitas penting untuk mencapai tujuan. 

Namun, apakah yang terjadi hari-hari ini adalah pembangunan infrastruktur dengan tujuan menciptakan fasilitas-fasilitas pendukung dan memudahkan untuk mencapai tujuan. Atau hanya sebatas kedok untuk mencari suara dalam sebuah pemilihan. Atau hanya sebatas mencari citra di mata orang banyak. 

Memang, juga tidak salah distribusi dana rakyat pada pos-pos tertentu di masyarakat atau instansi-instansi yang bertujuan untuk memberikan kebermanfaatan untuk masyarakat. Karena, memang dana tersebut milik rakyat dan harus digunakan untuk menyejahterakan rakyat. 

Namun, apakah distribusi dana tersebut dilakukan secara serius. Atau hanya berhenti pada iming-iming politik. Atau menumpuk di wilayah tertentu, dicuri kemudian dibagi-bagi.
Jujur saja, sampai sekarang belum terasa manfaat dan berkah dari banyaknya minat seseorang untuk menjadi pemimpin. Bagi rakyat, ada pemimpin atau tidak sama saja.

Komentar