Hidup, seberapa banyak kita
berkilah, inilah hidup. Hidup tetap menjadi hidup. Dia tidak mnjadi
siapa-siapa, hanya dia. Kilatan petir, suara gemuruh, derasnya hujan,
kencangnya angin. Itulah hidup. Mencari, menjalani, mencari, menjalani,
mencari, menjalani, itulah hidup. Tidak bergeming ketika alam mengancam. Tidak
bergeming ketika manusia berkuasa. Tidak bergeming ketika dia dijadikan
tameng-tameng keserakahan, pedang-pedang kebodohan, ataupun topeng-topeng
kemunafikan. Itulah hidup. Biarlah dia menjadi dia.
Dengan barisan kata-kata ini, yang
bukan puisi, prosa, esai, artikel atau apapun itu, aku ingin menjadi aku,
seperti hidup menjadi hidup. Dan jangan pahami Aku sebagai penulis ini. Karena aku
bisa juga Engkau.
Komentar
Posting Komentar