Langsung ke konten utama

Hidup, Aku dan Engkau

Hidup, seberapa banyak kita berkilah, inilah hidup. Hidup tetap menjadi hidup. Dia tidak mnjadi siapa-siapa, hanya dia. Kilatan petir, suara gemuruh, derasnya hujan, kencangnya angin. Itulah hidup. Mencari, menjalani, mencari, menjalani, mencari, menjalani, itulah hidup. Tidak bergeming ketika alam mengancam. Tidak bergeming ketika manusia berkuasa. Tidak bergeming ketika dia dijadikan tameng-tameng keserakahan, pedang-pedang kebodohan, ataupun topeng-topeng kemunafikan. Itulah hidup. Biarlah dia menjadi dia.


Dengan barisan kata-kata ini, yang bukan puisi, prosa, esai, artikel atau apapun itu, aku ingin menjadi aku, seperti hidup menjadi hidup. Dan jangan pahami Aku sebagai penulis ini. Karena aku bisa juga Engkau.

Komentar