Langsung ke konten utama

Jungkir Balik Organ Tubuh


Manusia adalah makhluk paling sempurna. Secara lahiriah mempunyai bentuk yang sangat indah. Secara batiniah mempunyai unsur-unsur yang komplit. Tidak ada satupun makhluk Tuhan yang secara batiniah mempunyai unsur yang komplit kecuali manusia. Secara umum dimensi batiniah manusia mempunyai 3 unsur. Akal, hati dan nafsu.



Jika kita mengacu pada fungsi organ tubuh, maka kepala simbol dari akal, dada simbol, perut dan kemaluan simbol dari nafsu. Di dalam kepala terdapat otak yang salah satu fungsinya adalah untuk berfikir yang fungsinya mirip dengan akal. Sehingga kepala adalah simbol dari akal. Di dalam dada ada jantung yang kecepatan detaknya berubah-ubah sesuai dengan keadaan perasaan. Sehingga dada menjadi simbol dari hati. Perut dan kemaluan berkaitan dengan makan dan seksual. Sehingga perut dan kemaluan menjadi simbol nafsu.



Jika dilihat dari letak organ-organ tubuh tersebut maka akan dapat dipahami secara jelas tingkatan-tingkatan dari ketiga unsur tersebut. Kepala terletak di atas, dada di tengah dan perut serta kemaluan berada di bawah. Letak-letak tersebut merupakan sebuah pertanda, sebuah komunikasi Tuhan kepada hambanya secara tidak langsung. Kepala sebagai simbol dari akal terletak di atas, bukan hanya di atas tetapi paling atas, artinya akal adalah unsur batin manusia yang mempunyai tingkatan tertinggi, karena itu dari sumber manapun akan dijelaskan bahwa yang membedakan antara manusia dengan makhluk lain adalah akalnya. Dada terletak di tengah, hati adalah sebuah unsur yang sangat sulit di jelaskan. Dengan adanya hati manusia bisa merasakan sesuatu, senang, susah, bahagia, sedih. Hati inilah yang membedakan antara manusia dengan mesin ataupun robot. Namun hati harus tetap berada dibawah naungan akal. Sedih boleh, tetapi ada batasannya. Dalam hal tersebutlah akal berperan. Artinya hati tetap harus dibimbing oleh akal. Oleh karena itu letaknya di tengah, berada di bawah akal. Terakhir adalah nafsu. Perut di bawah dada dan kemaluan di bawah perut. Nafsu berada di wilayah materi karena nafsu berfungsi untuk pemenuhan kebutuhan fisik manusia. Artinya nafsu bukan sebagai perasa bukan juga sebagai pembimbing, ia hanya bisa menerima respon dari keadaan fisik dalam kondisi tertentu. Contohnya lapar, saat lapar maka nafsu makan meningkat. Kemudian ketika libido meningkat maka nafsu seks juga meningkat. Inilah unsur yang mempunyai tingkatan terendah sejalan dengan letaknya yang paling bawah. Sangat memerlukan petunjuk dari hati nurani dan bimbingan dari akal. Dari peletakan organ tubuh yang dilakukan Tuhan terhadap manusia tersebut sudah sangat jelas mana yang menjadi prioritas utama untuk mempertimbangkan sesuatu dan mana yang bukan prioritas.



Jadi, ketika manusia memfokuskan kehidupannya hanya pada persoalan materi saja, berarti sama saja manusia memprioritaskan perut dan kemaluan (nafsu). Dia merendahkan dirinya. Seakan akan seperti membalik letak organ tubuhnya, perut dan kemaluan diatas, kepala di bawah. Hewan tidak seperti manusia, tidak setegak posisi berdiri manusia. Seringkali dada, perut dan kemaluan sejajar. Bahkan ada yang kepala, dada, perut serta kemaluannya mempunyai posisi sejajar. Manusia sangat jelas posisi atas bawahnya, kepala di atas, dada di tengah, perut dan kemaluan di bawah. Ia mempunyai tingkatan yang berbeda, kepala, dada, perut dan kemaluan tidak boleh disejajarkan.



Lihatlah yang terjadi sekarang, banyak yang menyejajarkan kepala, dada, perut dan kemaluan. Bahkan ada pula yang meletakkan organ tubuhnya secara terbalik ataupun secara acak. Ada yang meletakkan hati di atas, perut dan kemaluan di tengah dan kepala di bawah. Ada yang meletakkan kemaluan dan perut di atas, hati tetap di tengah dan kepala di bawah. Posisinya menjadi jungkir balik tidak karuan.

Komentar