Langsung ke konten utama

Kesejatian

Allah adalah kesejatian. Allah menciptakan makhluk paling sempurna yang mempunyai jenis-jenis kemampuan sama dengan-Nya. Jenis-jenis kemampuan yang sama itu diberikan kepada makhluk itu dengan porsi yang sangat sedikit. Makhluk tersebut adalah manusia. Dengan anugerah itu bukan berarti manusia sama dengan Allah. Karena dalam perannya di kehidupan, manusia adalah manusia dan Allah adalah Allah. 

Dalam kehidupannya, manusia harus mencari, mencari kesejatian, mencari Allah. Tugas pencarian itu dipermudah oleh Allah. Allah mempermudahnya dengan menurunkan agama, yang di dalamnya terdapat inti pencarian, serta cara-cara mencari kesejatian. Salah satu caranya adalah manusia harus tahu tentang prioritas. Kesejatian (Allah) adalah prioritas.  

Jika dianalogikan dengan perjalanan menuju ke sebuah tempat yang jauh, ketika seseorang berjalan menuju ke sebuah tempat jauh, orang tersebut harus memprioritaskan tempat tujuan namun jangan melupakan istirahat. Dalam hal ini, posisi istirahat hanyalah sebagai faktor pendukung supaya bisa sampai ke tempat tujuan dalam keadaan sehat wal afiat. Artinya istirahat itu bersifat sekunder dan masih dalam koridor tujuan. Istirahat itu bisa saja keluar dari koridor tujuan, jika istirahat dilakukan dengan porsi berlebihan, ketika sudah melakukan sesuatu yang sebenarnya bersifat sekunder dengan porsi berlebihan biasanya seorang manusia akan lupa dengan tujuan (primer) dan menggantinya dengan tujuan lain (sekunder). 

Kehidupan adalah sebuah perjalanan jauh dengan Tujuan utama kesejatian (Allah). Bolehlah, sesekali manusia istirahat (tidak melupakan dunia) namun jangan sampai istirahat itu membuat manusia lupa dengan tujuan utama, atau jangan sampai istirahat itu diubah menjadi tujuan utama.

Komentar