Langsung ke konten utama

Berhala Modern (Kemapanan 4)


Sistem kehidupan yang sedang berlaku adalah kecintaan terhadap benda-benda. Kekaguman yang berlebihan terhadap benda-benda. Bersamaan dengan itu ada sistem tukar menukar yang pelan-pelan diubah menjadi lebih dari sekedar tukar menukar. Sistem tersebut disimbolkan dengan uang. Rasa kecintaan terhadap benda membuat manipulasi terhadap sistemn tukar menukar tersebut menjadi sangat mudah. 

Uang menjadi titik berat seseorang melakukan sesuatu. Belajar supaya pandai mencari uang. Silaturahmi supaya mempunyai jaringan luas untuk mencari uang. Bekerja mencari uang. Berdoa supaya punya uang melimpah. 

Manipulasi sistem tukar-menukar yang alat tukarnya berupa uang itu menghasilkan sebuah tradis baru bagi manusa.  Tradisi tersebut adalah tradisi kemapanan. Unsur-unsurnya adalah martabat ala materialisme, kehormatan ala materialisme, kekuasaan ala materialisme, kenyamanan ala materialisme, surga-surga ala materialisme. Semua bentuknya hanya menitikberatkan pada pemuasan organ-organ fisik manusia. Apakah itu mata, telinga, lidah, kemaluan atau organ-organ fisik lain. 

Ketika seseorang sudah mencapai hal tersebut maka ia disebut mapan. Siapa saja akan memandang bahwa hidup orang tersebut sempurna. Dialah orang sukses. Dipuja-puja, dihormati.  

Inilah masa-masa sebelum Nabi ibrahim menghancurkan patung-patung. Masa-masa ketika Nabi Musa meninggalkan Bani Israil sebentar ke Gunung Sinai. Masa-masa ketika Bangsa Arab menyembah Hubal, Latta dan Uzza.

Inilah masa-masa ketika Nabi Yusuf hanya dipahami sebatas ketampanan. Nabi Sulaiman diidolakan karena kedudukan yang luar biasa di bumi. Nabi Muhammad diapahami sebatas pedagang.

Dimana-mana banyak diceritakan tentang beliau-beliau. Tetapi diam-diam orang tidak percaya. Diam-diam menjawab, “hanyalah cerita nenek moyang” dengan sikap yang selalu menitikberatkan materialisme. Inilah masa penyembahan berhala modern.

Komentar