Ghirah (Arab), gairah, semangat adalah sesuatu yang cukup misterius. Seakan-akan ia bisa dikendalikan, namun dalam keadaan tak terduga tiba-tiba menjadi hilang. Dan kebanyakan manusia tidak bisa merumuskan kemana hilangnya, apa penyebabnya. Juga dalam waktu yang tidak terduga, tanpa ada sebab yang jelas tiba-tiba ada bahkan bisa sampai meluap-luap.
Dengan
adanya ghirah, gairah, semangat seorang manusia bisa melakukan upaya. Akalnya
bisa bekerja, tubuhnya bisa bergerak untuk mengupayakan suatu tujuan hidup yang
lebih baik ke depannya.
Kalau
kita hubungkan dengan fitrah kemanusiaan menurut Sang Pemilik Hidup langsung
mungkin akan sedikit menemui apa sebenarnya tujuan dari adanya sesuatu yang
disebut sebagai ghirah ini. Secara jelas Allah mengatakan tugas manusia pertama
beribadah kepada-Nya, mengabdi kepada-Nya. Selanjutnya, masih dalam wilayah
pengabdian manusia bertugas mengelola kehidupan di bumi.
Jika
hal tersebut yang dijadikan pijakan maka kita akan menemui ghirah itu
diciptakan dengan orientasi kepada suatu pengabdian kepada Tuhan, juga
pengelolaan dalam bingkai pengabdian kepada Tuhan. Pengabdian adalah proses
tanpa henti. Bukan orientasi hasil.
Sangat
mungkin yang namanya ghirah itu adalah semacam hidayah dari Allah. Dan ketika
tiba-tiba hilang adalah penyesatan dari Allah. Dan untuk waktunya
terserah-serah Allah. Mau memberi hidayah kapan saja, mau menyesatkan kapan
saja. Andaikan saja, manusia bisa menemui titik sadar ketika hidayah tiba-tiba
datang, atau ketika penyesatan tiba-tiba datang alangkah bahagianya. Karena pada
titik itulah manusia bisa menemui bahwa dirinya sangat dekat kepada-Nya.
Komentar
Posting Komentar