Langsung ke konten utama

Semoga Mereka Segera Diberi Hidayah (Ramadlan 19)

Di kalangan rakyat kecil kehidupan berjalan seperti biasanya, lancar, aman, damai dan tenteram. Para penjual di pasar dapat berjualan dengan lancar. Para petani melakukan aktivitasnya dengan bersemangat. Semua orang dapat beribadah secara tenang. Suara adzan, sholawat setiap hari masih terdengar di masjid-masjid. Ketika malam tiba, semua orang dapat istirahat secara damai.

Tetapi, jauh di seberang sana terjadi kegaduhan yang luar biasa. Pemimpin beralih menjadi penguasa. Para penguasa saling berebut kekuasaan. Mengalahkan sana, mengalahkan sini. Menjatuhkan sana, menjatuhkan sini. Tidak berhenti sampai di situ. Virus kebencian itu disebar-sebarkan. Rakyat diseret-seret untuk ikut membenci. Akhirnya suasana damai itu berubah menjadi tidak damai. Hati yang tadinya tenang menjadi tidak tenang. Ketika istirahat, ingin melihat hiburan di TV malah membuat hati menjadi emosi. Secara latah ikut membenci sana, membenci sini dengan mengeluarkan komentar-komentar bernada sinis. Perasaan itu dibawa dalam kesehariannya. Akhirnya timbul ketidakseimbangan berpikir dalam pengambilan keputusan-keputusan.

Permasalahannya terlihat secara jelas. Tidak terletak pada rakyatnya. Tetapi pada pemimpinnya. Dan anehnya mereka yang bermasalah itu justru membuat sebuah kesimpulan bahwa rakyatlah yang bermasalah. Maka tidak heran kalau negara tidak beres, karena yang bermasalah menganggap dirinya tidak bermasalah dan membuat kesimpulan yang tidak bermasalah adalah yang bermasalah. Semua keputusan yang diambil  menjadi terbolak-balik.

Keadaan tersebut, dari detik ke detik, dari hari ke hari, dari tahun ke tahun, dari periode ini, ke periode itu tidak kunjung diperbaiki. Alih-alih sadar, malah semakin kuat anggapannya bahwa mereka tidak bermasalah.

Keadaan ini entah akan berlangsung sampai kapan. Rakyat ya bisanya hanya sendiko dawuh saja. Mau ngapain. Kekuatan tidak punya. Kalau ngomong sedikit agak berbeda saja sudah dicurigai. Kalau mengingatkan sedikit saja dianggap makar, melawan penguasa. Bisanya hanya berdoa saja, semoga mereka-mereka segera diberi hidayah oleh Allah SWT. 

Komentar