Di kalangan rakyat kecil kehidupan berjalan seperti
biasanya, lancar, aman, damai dan tenteram. Para penjual di pasar dapat
berjualan dengan lancar. Para petani melakukan aktivitasnya dengan bersemangat.
Semua orang dapat beribadah secara tenang. Suara adzan, sholawat setiap hari
masih terdengar di masjid-masjid. Ketika malam tiba, semua orang dapat istirahat
secara damai.
Tetapi,
jauh di seberang sana terjadi kegaduhan yang luar biasa. Pemimpin beralih
menjadi penguasa. Para penguasa saling berebut kekuasaan. Mengalahkan sana,
mengalahkan sini. Menjatuhkan sana, menjatuhkan sini. Tidak berhenti sampai di
situ. Virus kebencian itu disebar-sebarkan. Rakyat diseret-seret untuk ikut
membenci. Akhirnya suasana damai itu berubah menjadi tidak damai. Hati yang
tadinya tenang menjadi tidak tenang. Ketika istirahat, ingin melihat hiburan di
TV malah membuat hati menjadi emosi. Secara latah ikut membenci sana, membenci
sini dengan mengeluarkan komentar-komentar bernada sinis. Perasaan itu dibawa
dalam kesehariannya. Akhirnya timbul ketidakseimbangan berpikir dalam
pengambilan keputusan-keputusan.
Permasalahannya
terlihat secara jelas. Tidak terletak pada rakyatnya. Tetapi pada pemimpinnya. Dan anehnya mereka yang bermasalah itu justru membuat sebuah kesimpulan bahwa
rakyatlah yang bermasalah. Maka tidak heran kalau negara tidak beres, karena
yang bermasalah menganggap dirinya tidak bermasalah dan membuat kesimpulan yang
tidak bermasalah adalah yang bermasalah. Semua keputusan yang diambil
menjadi terbolak-balik.
Keadaan
tersebut, dari detik ke detik, dari hari ke hari, dari tahun ke tahun, dari
periode ini, ke periode itu tidak kunjung diperbaiki. Alih-alih sadar, malah
semakin kuat anggapannya bahwa mereka tidak bermasalah.
Keadaan
ini entah akan berlangsung sampai kapan. Rakyat ya bisanya hanya sendiko dawuh saja. Mau ngapain.
Kekuatan tidak punya. Kalau ngomong sedikit agak berbeda saja sudah dicurigai.
Kalau mengingatkan sedikit saja dianggap makar, melawan penguasa. Bisanya hanya
berdoa saja, semoga mereka-mereka segera diberi hidayah oleh Allah SWT.
Komentar
Posting Komentar